Geografi

Geografi

Konsep-Konsep Geografi

Dalam mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan konsep lokasi, jarak, tempat, hubungan timbal balik, gerakan, dan perwilayahan.

Konsep Lokasi

Lokasi adalah posisi suatu tempat, benda, peristiwa, atau gejala di permukaan bumi dalam hubungannya dengan tempat, benda, gejala, dan peristiwa lain. Terdapat dua komponen lokasi, yaitu arah dan jarak. Arah menunjukkan posisi suatu tempat jika dibandingkan dengan tempat di mana orang tersebut berada. Adapun jarak adalah ukuran jauh atau dekatnya dua benda atau gejala tersebut. Contoh, Bandung terletak di sebelah selatan Jakarta, arah tersebut akan berbeda jika orang yang bertanya berada di Semarang, Bandung terletak di sebelah barat. Contoh lain adalah istilah Timur Tengah. Timur Tengah adalah sebutan negara Arab bagi orang Eropa, sedangkan orang yang berada di sebelah timur Arab tentu harus menyebutnya sebagai daerah Barat Tengah. Jadi, arah suatu tempat bersifat relatif. Demikian pula dengan istilah dekat atau jauh, besar atau kecil, cepat atau lambat, yang pasti arah dan jarak akan menentukan intensitas hubungan dari dua tempat yang berbeda.

Ada dua macam lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah posisi sesuatu berdasarkan k rdinat garis lintang dan garis bujur. Misalnya, Indonesia terletak di antara 6° LU–11° LS dan antara 95° BT–141° BT. Contohnya, Kota Pontianak terletak pada garis lintang 0° dan 109,3° BT.

Lokasi absolut mutlak adanya dan dapat dipercaya karena massa daratan relatif tetap, aspek perubahannya kecil sekali, dan berlaku umum di seluruh dunia. Melalui lokasi absolut, seseorang dapat mengetahui jarak dan arah suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi. Dengan bantuan garis lintang seseorang dapat menggambarkan kondisi iklim suatu daerah, berarti dapat diperkirakan kehidupan tumbuhan, hewan, dan penduduk nya secara lebih rinci. Misalnya Indonesia terletak di daerah iklim tropis, berarti vegetasinya bersifat heterogen, selalu menghijau, kehidupan hewannya beragam, penduduknya termasuk ras mongoloid, sebagian besar penduduknya hidup dalam bidang pertanian, dan ciri-ciri lainnya. Dengan mengetahui lokasi suatu tempat berdasarkan garis lintang, seseorang akan memperoleh gambaran tentang kondisi iklim, kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusianya. Garis bujur akan memenga ruhi perbedaan waktu. Dengan mengetahui posisi suatu tempat menurut garis bujur dapat mengetahui kapan suatu aktivitas dapat dilaksanakan. Contohnya, di Inggris pada pukul 01.00 pagi orang-orang masih tidur, tetapi di Indonesia bagian barat pada waktu yang sama berarti sudah pukul 08.00 pagi (GMT + 7 jam), berarti aktivitas manusia sudah ber langsung. Orang Inggris dapat melakukan hubungan bisnis dengan orang Indonesia. Dengan demikian, dalam melakukan hubungan dengan orang lain yang berbeda negara dan posisi garis bujurnya, harus benar-benar memerhatikan waktu agar tidak menimbulkan adanya salah pengertian.

Horison Fokus

Lokasi adalah posisi suatu tempat berada. Anda dapat menyajikan sebuah tempat dengan memberi petunjuk garis k rdinat atau grid pada peta. Anda juga dapat menyebutkan lokasi tersebut dekat dengan daerah terkenal yang mudah diidentifikasi.

Location is position where a place. You can give the location of a place by giving it’s grid referency on a map. You can also say if it is near a well-known landmark.

Konsep Lokasi,Lokasi Absolut,Lokasi Relatif,Ruang Lingkup, Konsep Geografi, Pendekatan Geografi, Prinsip Geografi, dan Aspek Geografi

Garis Tanggal Internasional

Zona Waktu Dunia

Zona Waktu Dunia

Bumi dibagi menjadi 24 zona waktu. Besarnya zona waktu masing-masing sekitar 150 lebar garis bujur.

Analisis Geografi

Berdasarkan garis bujur, Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu (lihatlah peta Indonesia pada atlas). Sebutkan ketiga daerah waktu tersebut beserta provinsi-provinsi yang termasuk ke dalam daerah waktu tersebut. Tulis jawaban Anda dalam buku tugas, kemudian laporkan hasilnya kepada guru Anda.

Teropong

Deskripsikanlah letak sekolah Anda berdasarkan lokasi relatif (diamati dari kondisi dan situasi daerah pada sekitarnya). Kerjakan di buku tugas, serahkan laporan hasilnya kepada guru.

Lokasi relatif adalah posisi sesuatu berdasarkan kondisi dan situasi daerah di sekitarnya. Kondisi dan situasi di sini dapat berupa kondisi fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan keberadaan sarana transportasi dengan daerah sekitarnya. Misalnya, Indonesia terletak di antara dua samudra dan dua benua, serta dilalui oleh dua jalur pegunungan dunia.

Secara sosial budaya Indonesia merupakan tempat yang strategis karena berada di daerah persilangan antara dua budaya yang berbeda, yaitu Asia dan Australia. Kedua benua tersebut memiliki kondisi fisik dan corak kehidupan yang berbeda.

Konsep Jarak dan Keterjangkauan

Jika jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, manusia cenderung akan memperhitungkan jarak. Misalnya, antara Bandung dengan Jakarta jaraknya 140 km, dahulu jarak tempuh Bandung-Jakarta naik bus mencapai 5 jam. Sekarang dengan adanya jalan tol Cipularang dapat dijangkau hanya sekitar 3 jam saja dengan jenis kendaraan yang sama. Waktu tempuh tersebut akan berbeda jika orang tersebut mempergunakan jalan Sukabumi, atau Cianjur. Waktu tempuh Bandung-Jakarta akan berbeda pula jika menggunakan kereta api atau pesawat terbang. Bahkan jika seseorang mempergunakan telepon untuk berhubungan dengan orang di Jakarta, rasanya sudah tidak punya waktu tempuh lagi.

Semakin lengkap sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi seolah-olah semakin dekat jarak antara dua tempat sehingga hubungan dan pengaruh (baik positif maupun negatif ) akan semakin intensif. Sebaliknya, walaupun dua tempat jarak absolutnya relatif dekat, tetapi jika trans portasi dan komunikasinya tidak ada atau terbatas, akan semakin lama dan terbatas hubungan yang dapat dijalin.

Sekarang dengan semakin majunya teknologi komunikasi dan transportasi di dunia, jarak bukan lagi menjadi masalah. Tempat-tempat di dunia terasa semakin dekat, menyatu, dan transparan, semua itu dikenal dengan era globalisasi.

Konsep Tempat

Tempat dapat mencerminkan karakter fisik dan sosial suatu daerah. Suatu tempat dibentuk oleh karakter fisik (seperti iklim, jenis tanah, tata air, morfologi, flora, dan fauna) dan manusia yang hidup di dalamnya (seperti jumlah penduduk, kepadatan, perkembangan penduduk, pendidikan, pendapatan, dan kebudayaan).

Nama tempat dapat mencerminkan kondisi atau identitas suatu daerah secara spesifik. Jika seseorang menyebut nama gunung atau teluk sudah terbayangkan bagaimana kondisi alam dan manusianya. Tempat juga dapat mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip kesamaan fisik atau manusianya, seperti gurun, plato, dataran, pertanian hortikul tura, perkebunan, hutan, perdesaan, atau metropolitan.

Semua tempat di permukaan bumi memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik atau ciri khas suatu tempat dapat terlihat dengan jelas atau dapat pula tidak. Setiap unsur yang terdapat di tempat tersebut memberikan karakter tertentu sehingga dapat dibedakan dari daerah lainnya. Dalam menggambarkan atau mengkaji suatu tempat, geografi senantiasa melihat karakteristik fisik dan manusianya.

Karakteristik fisik berasal dari proses-proses yang bersifat alami, seperti proses geologis, hidrologis, atmosfiris, dan biologis yang menghasilkan bentuk lahan, tata air, iklim, tanah, vegetasi alami, dan kehidupan faunanya.

Karakteristik manusia adalah semua bentuk pemikiran dan aktivitas manusia sebagai cerminan adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Termasuk di dalamnya jumlah dan komposisi penduduk, perkem bangan penduduk, mata pencarian, pola pemukiman, jaringan transportasi, dan komunikasi sebagai cerminan interaksi manusia dengan sesamanya.

Pesawat Terbang

Pesawat Terbang

Pesawat terbang menjadi salah satu sarana transportasi udara yang dapat mempercepat terjadinya arus globalisasi.

Teropong
Deskripsikan tempat tinggal Anda masing-masing dari aspek site dan situasi. Kerjakan dalam buku tugas dan kumpulkan hasilnya kepada guru untuk dinilai.

Teropong
Amatilah lingkungan di sekitar Anda. Berikan contoh hubungan gejala fisik dan nonfisik, gejala fisik dan manusia dan hubungan gejala manusia dan manusia. Catatlah dalam buku tugas Anda. Kunjungilah perpustakaan sekolah untuk menambah informasi.

Pasar

Pasar

Pasar tempat terjadinya hubungan dalam sistem perdagangan sebagai bentuk ketergantungan antarmanusia.

Dalam mengkaji suatu tempat orang dapat melihatnya dari dua aspek, yaitu site dan situasi. Site berkenaan dengan kondisi internal suatu tempat atau daerah, seperti iklim, keadaan tanah, topografi, pendu duk, dan segala sumber daya yang terkandung di dalamnya. Situasi adalah kondisi ekternal suatu tempat, atau kondisi suatu tempat jika dibandingkan dengan daerah lainnya atau tempat sekitarnya.

Konsep Hubungan Timbal Balik (Interelasi)

Setiap gejala yang terjadi di permukaan bumi ini pada dasarnya merupakan hasil hubungan timbal balik antara berbagai faktor. Hubungan ini dapat terjadi antara faktor fisik dan faktor fisik, faktor fisik dan manusia, serta diantara faktor manusia dan faktor manusia.

Contoh hubungan antara faktor fisik dan faktor fisik, antara lain ketinggian tempat dengan iklim mikro, kemiringan lereng dengan erosi, kesuburan lahan dengan jenis batuan, ketersedian air tanah dengan curah hujan, dan jenis tanah dengan vegetasi penutup lahan. Contoh hubungan antara faktor fisik dan manusia, antara lain pemusatan penduduk di daerah subur dan dataran rendah, kesuburan lahan dan iklim dengan jenis usaha tani, serta bentuk lahan dengan pola jalan.

Contoh hubungan antara faktor manusia dan manusia adalah individu yang serba bergantung terhadap individu lain. Tidak ada manusia yang dapat hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Ketergantungan ini tercermin dari adanya masyarakat, perdagangan, trans portasi, komunikasi, berbagai organisasi sosial, politik, atau kebudayaan, dalam kehidupan di masyarakat. Dalam tatanan geografis pola permukiman dapat menjadi pertanda sifat-sifat saling ketergantungan.

Konsep Gerakan

Pada dasarnya setiap gejala di permukaan bumi mengalami adanya gerakan. Gerakan objek atau gejala yang tampak jelas, seperti terjadinya gerakan awan, air mengalir, angin, batuan dan tanah oleh manusia, atau gerakan barang, manusia melakukan kerja, dan gerakan arus laut oleh angin. Gerakan yang tidak tampak, seperti gerakan panas dari lintang rendah (ekuator) ke lintang tinggi, serta gerakan informasi, dan ide atau gagasan. Gerakan ini menunjukkan adanya interaksi antara satu objek ke objek yang lain atau antara satu tempat ke tempat lain yang berbeda.

Gerakan ini menjadi kajian geografi untuk dapat memahami bagaimana latar belakang terjadinya suatu gejala atau fenomena di permukaan bumi serta dampaknya terhadap gejala atau fenomena lain. Misalnya, terjadinya berbagai macam usaha tani sebagai akibat dari adanya perbedaan iklim, dan perbedaan iklim disebabkan oleh adanya sirkulasi udara secara global di atmosfer.

Tinggi rendahnya permukaan bumi terjadi akibat adanya gerakan lempeng benua dan samudra, gerakan lempeng juga dapat menyebabkan terjadinya gunungapi, lipatan, patahan, gempa, dan runtuhan. Adanya perbedaan biota laut disebab kan oleh gerakan arus laut akibat dari perbedaan suhu dan kedalaman. Tumbuhan bergerak secara alami, seperti oleh air dan angin atau hasil campur tangan manusia. Gerakan manusia tampak jelas dari semakin padatnya jalur transportasi dan komunikasi yang meng hubungkan berbagai tempat di permukaan bumi.

Adanya globalisasi peradaban dunia merupakan suatu bukti kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi. Dunia menjadi transparan sehingga faktor jarak dan waktu bukan lagi menjadi suatu masalah. Setiap hari bahkan setiap menit individu dalam masyarakat dapat berkomunikasi dengan orang lain di dunia. Dalam skala besar, perdagangan internasional menunjukkan tidak ada negara yang dapat memenuhi kebutuhan nya sendiri. Dalam bidang-bidang tertentu negara yang satu dengan negara yang lain terjadi saling ketergantungan.

Geografi melalui kajian geografi transportasi, membantu menjelaskan berbagai pola gerakan fisik manusia, gagasan dan barang, serta pen jalaran atau difusi dari teknologi transportasi. Berbagai sistem tran sportasi dianalisis perkembangan dan dampaknya sehingga mem berikan berbagai alternatif arah transportasi menjadi lebih efisien.

Konsep Pewilayahan (Regionalisasi)

Tema yang paling mendasar dari studi geografi adalah region, sedangkan kajian utamanya adalah berbagai bentuk region dan perubahannya.

Regionalisasi pada dasarnya merupakan pengumpulan, pengklasifikasian atau pengelompokan data ke dalam data yang sejenis. Dari pengelompokan tersebut akan terlihat daerah yang menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan.

Mobilitas (gerakan) manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya termasuk objek kajian geografi.

Fokus

Mobilitas, Interelasi, Perwilayahan, Region

Kesatuan daerah yang menunjukkan karakteristik tertentu sehingga dapat dibedakan dari daerah lainnya disebut region. Karakteristik atau ciri khas suatu tempat tersebut dapat berupa karakteristik fisik, sosial, atau gabungan keduanya.

Terdapat banyak cara untuk menentukan region bergantung pada kriteria apa yang akan dipergunakan (fisik, sosial, aktivitas ekonomi, budaya, politik, bahasa, agama, dan etnik yang berkembang di masyarakat).

Analisis Geografi 1.3

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 5 – 6 orang. Kemudian, analisislah keberadaan region pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi berdasarkan kriteria gejala fisik (ketinggian tempat, suhu udara, vegetasi), dan gejala sosial (mata pencarian, pola pemukiman, cara berpakaian). Hasil analisis terbaik kemudian dipresentasikan di depan kelas.

Untuk mempermudah dalam menganalisis, perhatikanlah gambar berikut.

Pantai Dataran rendah Dataran tinggi

Cabang-Cabang Geografi dan Ilmu Penunjang

Secara garis besar disiplin ilmu geografi dibagi menjadi dua yaitu geografi fisik dan geografi manusia.

Geografi Fisik

Geografi fisik mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi yang meliputi tanah, air, udara dengan segala proses dan dinamikanya. Penekanan geografi fisik adalah gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi tempat hidup manusia.

Kajian geografi fisik ditunjang oleh kajian Geologi, Geomorfologi, Ilmu Tanah, Meteorologi, Klimatologi dan Oseanografi.

1) Geologi mempelajari tentang bagaimana bumi terbentuk dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

2) Geomorfologi mempelajari bentuk permukaan lahan dan sejarah pembentukanya.

3) Ilmu Tanah mempelajari sifat-sifat fisik tanah dan segala seluk beluk mengenai jenis tanah yang terdapat di alam.

4) Meteorologi dan Klimatologi mempelajari gejala cuaca dan iklim yang terjadi di alam.

5) Oseanografi mempelajari tentang seluk beluk kelautan seperti sifatsifat salinitas, arus laut, sedimen kelautan.

Di dalam telaahan geografi fisik senantiasa menekankan kepada keterkaitan dengan kepentingan hidup manusia. Cabang-cabang geografi fisik antara lain geografi tanah, geografi tumbuhan dan geografi hewan.

Horison

Geomorfologi, mempelajari bentuk permukaan Bumi dan berbagai proses perubahan dari bentang lahan.

Geomorphologys the study of the shape of the Earth and the various processes that change the landscape features.

Geografi Manusia

Geografi manusia merupakan cabang geografi yang mempelajari tentang aspek keruangan yang dijadikan sebagai tempat terjadinya aktivitas manusia. Geografi manusia terbagi menjadi beberapa cabang yaitu geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman, dan geografi sosial.

Geografi manusia disebut juga dengan istilah geografi sosial mayor. Adapun geografi sosial yang cabangnya terdiri atas kajian geografi manusia disebut geografi sosial minor.

Terdapat perbedaan mendasar di antara geografi manusia dengan geografi sosial minor dalam keluasan pembahasannya. Kajian dalam geografi manusia ditunjang oleh ilmu politik, ekonomi, dan sosiologi.

Selain ilmu-ilmu penunjang yang telah disebutkan, dalam geografi dikenal dengan teknik penunjang untuk melakukan analisisnya. Teknik penunjang tersebut antara lain mencakup kartografi yaitu ilmu tentang perpetaan, penginderaan jauh (ilmu tentang pemantauan jarak jauh objek-objek geografis) dan sistem informasi geografis yaitu ilmu tentang analisis fenomena-fenomena geografis dan nongeografis terhadap suatu wilayah dan peruntukannya.

Ilmu Penunjang Geografi

Agar dapat menjelaskan setiap fenomena dengan baik, geografi memerlukan ilmu-ilmu penunjang dalam menjelaskan gejala yang bersifat fisikal, seperti Geologi (ilmu yang mempelajari batuan), Geomorfologi (ilmu yang mempelajari bentuk lahan), ilmu tanah (ilmu yang mempelajari tanah), Klimatologi dan Meteorologi (ilmu yang mempelajari iklim dan cuaca), Hidrologi (ilmu yang mempelajari air daratan), Oseanografi (ilmu yang mempelajari lautan), dan Biologi (ilmu yang mempelajari makhluk hidup).

Dalam menjelaskan gejala manusia, geografi ditunjang oleh Sosiologi (ilmu yang mempelajari interaksi manusia), Ekonomi (ilmu yang mem pelajari bagaimana manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara maksimal dengan ketersediaan sumber daya yang terbatas), Antropologi (ilmu yang mempelajari umat manusia secara fisik dan budaya), dan Sejarah (ilmu yang mem pelajari peristiwa berdasarkan dari urutan waktu.

Geografi berada pada posisi sentral di dalam sistem pengetahuan karena berada dalam dua bagian ilmu. Di satu pihak mempelajari hal-hal yang bersifat fisik, dan di lain pihak mempelajari hal-hal yang bersifat sosial. Dengan demikian, tampak dengan jelas bahwa geografi tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya dukungan dari ilmu penunjang lainnya.

Cabang-Cabang Geografi

Berdasarkan bidang kajiannya, geografi terbagi atas tiga cabang ilmu, yaitu sebagai berikut.

a. Geografi Fisik

Geografi fisik mempelajari bentang lahan (landscape), yaitu bagian ruang dari permukaan bumi yang dibentuk oleh adanya interaksi dan interdependensi bentuk lahan. Perhatian utama geografi fisik adalah lapisan hidup (life layer) dari lingkungan fisik, yaitu zona tipis dari daratan dan lautan yang di dalamnya terdapat sebagian besar fenomena kehidupan.

Teropong

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Kunjungilah perpustakaan sekolah Anda. Carilah sumber informasi mengenai fenomena tersebut dari sudut pandang kajian geografi hewan dan tumbuhan. Tulis tugas tersebut dalam buku latihan, kemudian serahkan pada guru Anda.

Fokus

Landscape, Life Layer, Klimatologi, Oseanografi

Gambar 1.8

Eksplorasi sumber daya laut dengan segala potensinya merupakan objek kajian disiplin ilmu Oseanografi.

Teropong

Tuliskan contoh gejala-gejala geografi dari masing-masing ilmu penunjang geografi. Misalnya, pada cabang ilmu Meteorologi, objek yang dipelajarinya adalah cuaca, sedangkan contoh gejalanya yaitu hujan orografis. Tulis jawaban Anda dalam buku tugas, kemudian laporkan hasilnya kepada guru.

Adapun ilmu-ilmu yang menunjang geografi fisik adalah sebagai berikut.

Meteorologi dan Klimatologi

Meteorologi dan Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari gejala cuaca dan iklim di atmosfer.

Oseanografi

Oseanografi adalah ilmu pengetahuan dan studi eksplorasi mengenai lautan serta semua aspek yang terdapat di dalamnya. Aspek-aspek tersebut, seperti sedimen, batuan yang membentuk dasar laut, interaksi antara laut dan atmosfer, pergerakan air laut, serta tenaga yang menyebabkan adanya gerakan tersebut baik tenaga yang berasal dari dalam maupun dari luar.

Hidrologi dan Hidrografi

Hidrologi mempelajari gerakan dan distribusi air di bumi. Adapun Hidrografi adalah suatu cabang ilmu geografi fisik yang berhubungan dengan penelitian dan pemetaan air di permukaan bumi.

Geologi dan Geomorfologi

Geologi menjelaskan bagaimana bumi terbentuk dan bagaimana bumi berubah dari waktu ke waktu. Adapun Geomorfologi mempelajari bentuk permukaan lahan dan sejarah pembentukannya.

Ilmu Tanah dan Geografi Tanah

Ilmu Tanah adalah ilmu yang mempelajari seluk-beluk atau sifat-sifat tanah. Adapun Geografi Tanah adalah ilmu yang mempelajari tentang tanah, seperti sifat, genesis, penyebaran, dan penerapannya terhadap kehidupan manusia.

Biologi dan Biogeografi

Biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dunia tumbuhan dan hewan. Adapun Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran organisme dalam ruang dan waktu, serta faktor-faktor yang mempengaruhi, membatasi, atau menentukan pola penyebaran jarak.

Geografi Manusia

Geografi manusia mempelajari manusia dalam ruang termasuk di dalamnya jumlah penduduk, penyebaran penduduk, dinamika penduduk, aktivitas ekonomi, politik, sosial, dan budayanya. Cabang geografi manusia, di antaranya sebagai berikut.

Ilmu Ekonomi dan Geografi Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha-usaha manusia untuk mencapai kemakmuran, gejala-gejalanya, dan hubungan timbal balik dari usaha tersebut.

Adapun Geografi Ekonomi membahas bagai mana usaha manusia mengeksploitasi sumber daya alam, menghasil kan barang dagangan, pola lokasi, dan persebaran dari suatu kegiatan industri.

Ilmu Politik dan Geografi Politik

Politik adalah kegiatan pada suatu negara yang berhubungan dengan proses menentukan tujuan-tujuan yang telah dipilih suatu negara dalam rangka menggapai tujuan yang akan dicapai oleh negara tersebut. Adapun Geografi politik mempelajari unit-unit politik, wilayah , perbatasan, serta ibu kota suatu region dengan unsur-unsur kekuatan nasional dan politik internasional.

Demografi dan Geografi Penduduk

Demografi adalah ilmu yang mempelajari keadaan dan dinamika perubahan-perubahan penduduk. Adapun Geografi Penduduk adalah cabang disiplin ilmu geografi yang mengemukakan variasi-variasi kualitas ruang dalam demografi dan nondemografi dari penduduk. Selain itu, Geografi Penduduk mempelajari konsekuensi-konsekuensi sosial dan ekonomi yang berasal dari rangkaian interaksi dengan suatu rangkaian khusus dari kondisi-kondisi yang terdapat di dalamnya diberikan oleh unit atau suatu daerah.

Geografi Teknik

Geografi Teknik mempelajari cara-cara memvisualisasikan dan menganalisis data dan informasi geografis dalam bentuk peta, diagram, foto udara, dan citra hasil penginderaan jauh. Cabang ilmu Geografi Teknik yaitu sebagai berikut.

1. Kartografi, adalah ilmu dan seni membuat peta. Peta dibuat dengan menggunakan hasil-hasil pengukuran dan pengumpulan data dari berbagai unsur dipermukaan bumi yang telah dilakukan oleh surveyor, geograf, dan kartograf.

2. Penginderaan Jauh, adalah ilmu dan seni yang menghasilkan informasi mengenai objek, daerah, atau gejala. Dilakukan dengan menganalisis data yang diperoleh menggunakan alat. Tanpa adanya kontak langsung terhadap objek, daerah, atau gejala yang dikaji.

3. Sistem Informasi Geografis, adalah sistem informasi berbasis komputer dimana dapat menyimpan, mengelola, memproses, menganalisis data geografis maupun nongeografis, serta menyediakan informasi dan grafis secara terpadu.

Analisis Geografi

Horison

Kartografi adalah ilmu dan seni membuat peta berdasarkan pengumpulan dan pengukuran data. Orang yang membuat peta disebut Kartograf.

Cartography is the art and science to make a map based on collecting and measuring data (encode). The people who makes a map called Cartographer.

Geografi memerlukan keterkaitan antardisiplin ilmu dalam menjelaskan suatu fenomena alam. Diskusikanlah bersama teman kelompok Anda mengenai contoh keterkaitan tersebut. Lakukan analisis singkat. Kemudian hasil analisis terbaik akan dipresentasikan. Carilah referensi yang mendukung hasil analisis.

Dalam menelaah setiap gejala di permukaan bumi, geografi tidak mengklasifikasikan aspek fisik dan manusia, tetapi selalu memadukan keduanya. Aspek fisik dan manusia ditelaah secara terintegrasi. Perpaduan antara geografi fisik dan geografi manusia secara faktual di lapangan menghasilkan kajian geografi regional. Regional adalah bagian-bagian dari geosfer yang ditelaah dengan menggunakan pendekatan geografi sehingga regional merupakan dari ilmu geografi.

Geologi, geomorfologi, ilmu tanah, klimatologi, dan meteorologi merupakan ilmu yang menganalisis ruang lingkup kebumian secara murni tanpa diintegrasikan dengan kehidupan manusia. Demikian pula ilmu politik, sosiologi, ekonomi, dan demografi mempelajari manusia secara murni. Adapun geografi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia dan kebumian secara terpadu dan terintegrasi.

Contohnya dalam mempelajari penduduk. Demografi membahas tentang jumlah, pertumbuhan, kepadatan, dan penyebaran penduduk. Geografi mempelajari jumlah, pertumbuhan, dan penyebaran penduduk dalam kaitannya dengan aspek fisikal, seperti mengapa di daerah dataran rendah penduduknya lebih banyak dibandingkan dengan daerah pegunungan.

Kemudian mengapa penduduk di daerah dataran rendah cenderung menyebar secara merata, sedangkan di pegunungan mengelompok, mengapa pertumbuhan penduduk di suatu wilayah tinggi atau rendah, faktor fisik dan sosial budaya apa yang berpengaruh terhadap fenomena tersebut.

Contoh lain dalam mempelajari pertanian, ahli agronomi mempelajari cara bercocok tanam. Ahli ekonomi mempelajari biaya produksi, penge lolaan, dan pemasaran. Adapun ahli geografi mempelajari lokasi berbagai jenis usaha pertanian di permukaan bumi, bagaimana keterkaitannya antara aspek fisik, seperti iklim, kemiringan lereng, ketinggian, tata air, dan aspek sosial, seperti cara bertani, penerapan teknologi, modal, pemilikan lahan, kebijakan pemerintah, dan adat istiadat dalam bentuk bercocok tanam.

——————————————————————————Fokus

Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, Regional, Kartografi

Horison

Pemusatan penduduk terjadi pada daerah dengan kondisi alam dan iklim yang sesuai. Concentrate of population can be happen at the region which fertile land condition and the appropriate climate. —————————————————————————–Fokus

Region, Pendekatan Topik, Pendekatan Manusia, Region ——————————————————————————————–Pendekatan Geografi

Geografi mempelajari geosfer dengan menggunakan pendekatan kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Pendekatan kelingkungan artinya geografi selalu melihat bagaimana hubungan dan keterkaitan antara aspek fisikal dan makhluk hidup lainnya pada ruang permukaan bumi.

Pendekatan kewilayahan atau regional artinya geografi selalu melihat ruang sebagai wadah yang memiliki keunikan atau perbedaan dengan wilayah lainnya sebagai hasil interelasi dan integrasi antara aspek fisik dan manusia yang berada di dalamnya.

Konteks keruangan artinya geografi selalu melihat ruang dalam pengertian tiga dimensi, yaitu atas (atmosfer), bawah (litosfer), dan luasan (hidrosfer, biosfer, dan antroposfer). Geografi selalu melihat pola penye baran suatu fenomena dalam ruang atau permukaan bumi, bagaimana keterkaitan antara fenomena dengan fenomena lain yang berbeda di suatu tempat, fenomena suatu tempat dengan fenomena lain di lain tempat, dan bagaimana pengaruh dari suatu fenomena (gejala) terhadap fenomena (gejala) lain dalam ruang yang jauh lebih luas.

Dari pembahasan sebelumya diketahui bahwa ruang lingkup geografi tersebut sangatlah luas. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya dari sudut aspek keruangannya, tetapi dari aspek-aspek yang lainnya.

Menurut Nursid Sumaatmadja, terdapat empat jenis pendekatan geografi, yaitu sebagai berikut.

1. Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)

Pendekatan keruangan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

a. Pendekatan Topik, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada topik utama dari suatu gejala dan masalah pada studi geografi. Misalnya, topik utama yang terjadi di Indonesia adalah gempa bumi yang melanda Yogyakarta, Jawa Tengah, dan pantai selatan Jawa Barat.

b. Pendekatan Aktivitas Manusia, yaitu pendekatan yang fokus utamanya adalah aktivitas manusia (human activities). Pendekatan ini dapat digunakan untuk mengkaji fenomena mata pencarian penduduk di pada suatu wilayah, serta apakah fenomena itu terjadi di dataran rendah, pegunungan, atau daerah pantai. Berdasarkan persebaran tersebut dapat pula diungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, hidrografi, atau iklim.

c. Pendekatan Region, yaitu pendekatan yang fokus utamanya adalah region atau wilayah tempat suatu gejala dan masalah geografi tersebut terjadi. Misalnya, dalam mengkaji gempa bumi di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan pantai selatan Jawa Barat. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa di wilayah tersebut dapat terjadi bencana? Bagaimana persebaran gejala dan masalah tersebut di permukaan bumi, dan faktor apa yang menjadi sebabnya.

2. Pendekatan Ekologi (Ecological Approach)

Pendekatan ekologi adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menelaah dan menganalisis suatu gejala dan masalah geografi dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Ekologi mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Misalnya, dalam mengkaji suatu daerah permukiman maka yang ditinjau adalah bentuk ekosistem hasil interaksi persebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula jika mengkaji daerah pertanian, perdagangan, industri, atau pariwisata.

3. Pendekatan Historis (Historycal Aproach)

Pendekatan historis adalah suatu pendekatan yang menganalisis gejala dan masalah geografi berdasarkan proses kronologi serta memprediksi proses gejala dan masalah tersebut pada masa yang akan datang. Gejala dan masalah yang dapat dikaji dengan menggunakan pendekatan historis adalah perkembangan kota. Dengan bantuan peta dapat diketahui perkembangan suatu kota dari waktu ke waktu, kecenderungan arah perkembangan kota tersebut, dan faktor pendorongnya sehingga dapat disusun suatu perencanaan tata ruang untuk menunjang perkem bangan kota tersebut.

4. Pendekatan Sistem (System Approach) Pendekatan sistem adalah suatu pendekatan dengan menggunakan cara berpikir sintetik yang diterapkan pada suatu gejala dan masalah dalam suatu sistem keruangan.

Horison

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari keseimbangan alam (hewan, dunia tumbuhan, dan wilayah-wilayah yang merupakan tempat hidupnya).

Ecology is the science to study the balance of nature (animals, plants, and on the places where they live.

Perkembangan Wilayah Kota

Perkembangan Wilayah Kota

Perkembangan wilayah kota dapat dianalisis dengan menggunakan pendekatan historis (kronologi).

Cara berpikir sintetik adalah suatu cara berpikir dalam mengkaji dan menganalisis suatu benda atau masalah sebagai bagian dari suatu sistem. Dalam melakukan kajian pada fenomena alam dapat pula menggunakan pendekatan sistem.

Misalnya, kajian tentang pertanian di suatu wilayah. Pertanian merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem-subsistem seperti jenis tanah, iklim, teknologi, dan sumber daya manusia. Dengan menggunakan pendekatan sistem, dapat diketahui gejala pertanian pada suatu sistem keruangan dengan segala komponen atau subsistemnya.

Analisis Geografi 1.5

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4-6 orang dengan komposisi yang berbeda jenis kelamin tanpa membedakan ras gender dan disesuaikan dengan kondisi kelas Anda. Lakukan analisis disertai referensi yang mendukung analisis tentang perbedaan mendasar diantara pendekatan geografi dan berikanlah contoh aplikasi yang terjadi dalam kehidupan. Serahkan hasil analisis pada guru.

———————————————————————————————————Prinsip-Prinsip dan Aspek Geografi

Fokus

Prinsip persebaran, Prinsip interelasi, Prinsip deskripsi, Prinsip korologi

Prinsip-prinsip dasar geografi terbagi menjadi empat jenis, yaitu

Prinsip-prinsip dasar geografi terbagi menjadi empat jenis, yaitusebagai berikut.

1. Prinsip Persebaran adalah prinsip geografi yang berkenaan denganpersebaran gejala di permukaan bumi yang cenderung tersebar tidakmerata.

2. Prinsip Interelasi adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan hubungantimbal balik (interelasi) antara gejala yang satu dan gejala yang lainnya.

3. Prinsip Deskripsi adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan pemaparan (deskripsi) suatu gejala di permukaan bumi baik melalui tulisan, tabel, diagram, peta, atau video.

4. Prinsip Korologi (keruangan) adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan kajian gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari aspek persebaran, interelasi, dan interaksinya dalam ruang (permukaan bumi) yang membentuk suatu integritas atau kesatuan tertentu.

Analisis Geografi 1.6

Buatlah kelompok yang terdiri atas 5 – 6 orang. Kemudian, diskusikanlah dengan anggota kelompok Anda mengenai gejala alam banjir yang melanda DKI Jakarta. Analisislah gejala tersebut dengan menggunakan empat prinsip dasar geografi. Hasil analisis terbaik akan dipresentasikan di depan kelas.

Aspek-aspek geografi terbagi menjadi tujuh jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Aspek Topologi, meliputi unsur letak, batas, luas dan bentuk (morfologi) dari suatu wilayah.

2. Aspek Nonbiotik, meliputi unsur kondisi tanah, hidrologi (tata air) baik perairan darat maupun laut dan kondisi iklim dari suatu wilayah.

3. Aspek Biotik, meliputi unsur vegetasi (tetumbuhan atau flora, dunia binatang (fauna) dan kajian penduduk.

4. Aspek Sosial, meliputi unsur tradisi, adat-istiadat, komunitas, kelompok masyarakat dan lembaga-lembaga sosial.

5. Aspek Ekonomi, meliputi unsur pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, industri, perdagangan, transportasi dan pasar.

6. Aspek Budaya, meliputi kajian unsur pendidikan, agama, bahasa dan kesenian.

7. Aspek Politik, meliputi unsur pemerintahan dan kepartaian yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat.

——————————————————————————————————Gejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari

Gejala-gejala geografi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari tercermin dalam berbagai hal, antara lain dalam persebaran pemukiman, persebaran pusat-pusat aktivitas penduduk (sekolah, rumah, pasar, dan industri), peristiwa alam, seperti banjir, gempa, letusan gunungapi, cuaca, atau iklim.

Peristiwa-peristiwa alam di dalam geosfer banyak yang berkaitan dengan kehidupan manusia baik yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

1. Gejala pada Atmosfer

Gejala-gejala yang terjadi di atmosfer, seperti terjadinya perubahan musim dapat berpengaruh antara lain sebagai berikut.

a) Pada musim penghujan para petani mulai menggarap lahannya (sawah tadah hujan).

b) Jenis pakaian yang digunakan penduduk, seperti di daerah beriklim dingin, pakaian yang digunakan pada umumnya tebal-tebal.

2. Gejala pada Hidrosfer

Gejala-gejala yang terjadi di hidrosfer antara lain sebagai berikut.

a) Besar kecilnya air limpasan di permukaan bumi, selain dipengaruhi oleh besar dan lamanya hujan juga dipengaruhi penggunaan lahan oleh manusia. Apabila perbukitan yang seharusnya dijadikan tempat peresapan air (catchment area) dijadikan areal permukiman atau kegiatan pertanian yang tidak memperhatikan pelestariannya maka air limpasan (run off) jumlahnya semakin banyak.

b) Besar kecilnya cadangan air tanah dipengaruhi oleh banyak sedikitnya peresapan air ke dalam tanah. Hal tersebut dipengaruhi oleh jenis batuan dan vegetasi penutup lahan. Cadangan air tanah juga dipengaruhi cara manusia yang memanfaatkannya. Jika manusia memanfaatkan air tanah secara boros, ketersediaannyapun akan cepat habis.

3. Gejala pada Litosfer

Gejala-gejala yang terjadi di litosfer antara lain sebagai berikut.

a) Untuk mengurangi tingkat erosi, pemanfaatan lahan di daerah miring dilakukan dengan membuat sengkedan (terrasering).

b) Untuk menghindari penurunan daya dukung lahan, maka pemanfaatan lahan harus memerhatikan daya dukung atau kemampuan lahannya.

4. Gejala pada Biosfer

Keragaman flora dan fauna menyebabkan keanekaragaman konsumsi bahan pangan. Pada daerah penghasil padi mayoritas penduduk mengonsumsi nasi dari beras. Pada daerah penghasil gandum menggunakan terigu sebagai bahan untuk membuat makanannya. Keberadaan hewan juga demikian misalnya orang Thailand menggunakan gajah untuk mem bantu pekerjaannya, sedangkan di Indonesia penduduk meman faatkan kuda, sapi, dan kerbau. Hal ini disebabkan karena faktor keberadaan dari hewan-hewan tersebut.

5. Gejala pada Antroposfer

Manusia di permukaan bumi beragam adat dan budayanya, hal ini mengakibatkan interaksi penduduk yang berbeda. Penduduk memiliki keahlian yang berbeda-beda sehingga terjadi adanya saling membutuhkan. Penduduk juga menempati tempat yang berbeda-beda kondisi alam dan sumber dayanya. Hal ini menyebabkan kehidupanpun beragam karena dalam pemanfaatan alam yang berbeda perlu pengolahan dan alat yang berbeda pula.

Teropong

Dalam kajian geografi terdiri atas beberapa prinsip dan aspek geografi. Analisislah mengenai perbedaan mendasar dari setiap prinsip dan aspek tersebut. Kemudian berikanlah contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Tulis dalam buku tugas Anda.

Gambar 1.10

Orang-orang yang tinggal di daerah kutub dengan kondisi iklim yang dingin, menggunakan pakaian tebal-tebal sebagai bentuk adaptasi.

Gambar 1.11

Gajah-gajah di Thailand dipergunakan penduduk setempat untuk membantu aktivitas kehidupan sehari-hari.

Ikhtisar

1. Geografi merupakan suatu disiplin ilmu pengetahuan dengan objek utamanya adalah bumi beserta segala isinya, termasuk di dalamnya terdapat segala peristiwa, gejala atau fenomena yang timbul sebagai akibat adanya hubungan interaksi antara berbagai unsur fisik maupun sosial ditinjau dari sudut konteks keruangan.

2. Objek geografi terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a. Objek material geografi adalah geosfer yang terdiri atas litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer dengan menekankan aspek manusia sebagai makhluk yang paling berperan dalam biosfer.

b. Objek formal geografi adalah cara pandang terhadap gejala yang ada di permukaan bumi, baik dari keadaan fisik maupun keadaan sosialnya.

3. Konsep-konsep geografi meliputi lokasi, jarak dan keterjangkauan, tempat, interelasi, gerakan, dan pewilayahan.

4. Terdapat empat jenis pendekatan geografi, yaitu pendekatan keruangan, ekologi, historis, dan sistem.

5. Berdasarkan bidang kajiannya, geografi terbagi atas tiga cabang ilmu, yaitu geografi fisik, geografi manusia, dan geografi teknik.

6. Prinsip-prinsip dasar geografi adalah prinsip persebaran, interelasi, deskripsi, dan korologi (keruangan).

7. Aspek-aspek geografi terdiri dari aspek topologi, nonbiotik, biotik, sosial, ekonomi, budaya dan aspek politik.

Peta Konsep

Disiplin Ilmu Geografi

Ruang Lingkup

…… Atmosfer …… Litosfer …… Hidrosfer …… Biosfer …… Antroposfer

Objek Material

Objek Formal

……What ……Where ……Why ……Who ……When ……How

Refleksi Pembelajaran

Evaluasi

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.

1. Tokoh yang kali pertama mengemukakan istilah geografi ialah ….

a. Erathostenes b. Strabo c. Claudius Ptolemaeus d. Herodotus e. Crates

2. Secara harfiah, makna geografi adalah ….

a. ilmu yang mempelajari bumi b. tulisan mengenai bumi c. kajian tentang persamaan dan perbedaan geosfer d. ilmu yang mempelajari keruangan di muka bumi e. ilmu yang mempelajari lokasi-lokasi di permukaan bumi

3. Pada Abad Pertengahan perkembangan geografi sangat diwarnai oleh ….

a. kepentingan agama b. bencana alam c. evolusi Darwin d. mobilitas penduduk e. globalisasi

4. Pemikiran dualisme di dalam geografi berkem bang pada saat ….

a. geografi klasik b. geografi Abad Pertengahan dan Renaissance c. geografi modern d. geografi akhir abad XIX e. geografi abad XXI

5. Menurut aliran fisis determinis kehidupan manusia ditentukan oleh ….

a. manusia itu sendiri b. budaya manusia c. ilmu pengetahuan d. teknologi e. alam

6. Adanya interaksi penduduk yang memiliki keahlian berbeda-beda mengakibatkan terjadinya hubungan saling membutuhkan. Fenomena tersebut termasuk gejala geografi ….

a. atmosfer b. hidrosfer c. litosfer d. biosfer e. antroposfer

7. Geografi akan memiliki objek yang sama dengan ilmu-ilmu lain, terutama dalam objek ….

a. material b. kajian c. formal d. ruang lingkup e. hakikat

8. Kajian geografi terhadap berbagai gejala atau kenampakan di atas muka bumi merupakan kajian geografi berdasarkan ….

a. persebarannya b. jumlahnya c. frekuensinya d. intensitasnya e. luasnya

9. Objek geosfer meliputi ….

a. biosfer, hidrosfer, litosfer, atmosfer b. habitat, hidrosfer, atmosfer, litosfer c. atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer, antro posfer d. biosfer, atmosfer, hidrosfer, habitat e. bioma, litosfer, atmosfer, hidrosfer

10. Salah satu konsep dasar geografi adalah ….

a. persebaran b. deskripsi e. korelasi d. korologi e. jarak

11. Aspek geografi yang meliputi unsur letak, batas, morfologi dari suatu wilayah disebut aspek ….

a. biotik b. sosial c. topologi d. budaya e. ekonomi

12. Pandangan geografi yang muncul pada saat geografi klasik yang menceritakan tentang apa yang didengar dan apa yang dilihat tentang negaranegara lain adalah ….

a. determinisme fisik b. cultural determinisme c. possibilisme d. logografi e. korografi

13. Prinsip geografi yang merupakan dasar atau kunci pertama dalam kajian ilmu geografi yang dapat menggambarkan prinsip-prinsip lainnya adalah ….

a. interelasi b. deskripsi c. persebaran d. korologi e. korelasi

14. Penduduk cenderung menempati wilayah yang banyak memiliki cadangan air dengan topografi datar. Dalam geografi, fenomena tersebut sesuai dengan salah satu konsep esensialnya, yaitu konsep ….

a. jarak b. lokasi c. aglomerasi d. keterjangkauan e. pola

15. Berikut ini adalah gejala-gejala geografi:

1. jenis-jenis tanah; 2. terjadi badai tropis; 3. pola pengaliran sungai; 4. terjadi pergerakan angin; 5. erosi di lereng gunung; dan 6. terjadi perubahan suhu.

Gejala geografi yang berkaitan dengan fenomena atmosfer adalah ….

a. 1, 2, dan 3 b. 2, 4, dan 6 c. 2, 4, dan 5 d. 1, 3, dan 5 e. 4, 5, dan 6

16. Berikut ini adalah salah satu usaha penduduk untuk mengurangi tingkat erosi pada daerah miring atau lereng gunung, yaitu ….

a. terassering (sengkedan) b. menggunakan kompos untuk mengurangi penguapan c. mengadakan sistem pergiliran tanaman d. mencegah penebangan hutan secara liar e. reboisasi

17. Ilmu yang mempelajari relief permukaan bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk yang terdapat di atasnya disebut ….

a. Geomorfologi b. Geologi c. Geodesi d. Klimatologi e. Landform

18. Konsep esensial geografi yang ber hubungan dengan masyarakat atau kelompok pen duduk yang cenderung mengelompok pada tingkat sejenis sehingga timbul istilah daerah elit, daerah kumuh, dan daerah campuran adalah ….

a. nilai kegunaan b. morfologi c. keterjangkauan d. aglomerasi e. keterkaitan keruangan

19. Pada 1982 Gunung Galunggung di Jawa Barat mengeluarkan lahar (meletus). Ilmu yang mempelajari gunung meletus adalah ….

a. geomorfologi b. klimatologi c. oseanografi d. geologi e. vulkanologi

20. Keragaman flora dan fauna termasuk gejala pada objek …. a. biosfer b. antroposfer c. hidrosfer d. atmosfer e. litosfer

21. Tokoh yang dianggap sebagai peletak dasar geografi modern ialah ….

a. Erasthotenes b. Strato c. Immanuel Kant d. Herodotus e. Cladius Ptoleumaeus

22. Ilmu dan seni membuat peta yang pekerjaan nya menggunakan hasil-hasil pengukuran dan pengumpulan data berbagai unsur per mukaan bumi disebut ….

a. Penginderaan Jauh b. Sistem Informasi Geografis c. Demografi d. Geomorfologi e. Kartografi

23. Lokasi suatu daerah berdasarkan garis lintang dan garis bujur disebut ….

a. lokasi relatif b. lokasi absolut c. lokasi azimuth d. lokasi inti e. lokasi peta

24. Pengumpulan, pengklasifikasian atau pengelom pokan data ke dalam data yang sejenis disebut ….

a. keruangan b. globalisasi c. kronologi d. regionalisasi e. spatial

25. Analisis bidang geografi yang berlandaskan pendekatan ekosistem disebut analisis ….

a. tetangga terdekat b. ekologi c. regional d. keruangan e. statistik

B. Jelaskan konsep-konsep berikut.

1. Geosfer2. Objek formal3. Objek material4. Geografi Teknik5. Regionalisasi6. Oseanografi7. Interelasi8. Korologi9. Aglomerasi10. Differensiasi area

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat.

1. Bagaimana latar belakang kemunculan Geografisebagai suatu bidang disiplin ilmu.2. Uraikan dua macam pembagian Geografi menurutBernhardus Varenius.3. Daldjoeni mengemukakan pokok-pokok penelaahangeografi. Uraikanlah.4. Deskripsikan tujuan mempelajari kajian ilmuGeografi.5. Uraikan empat ciri dari Geografi.6. Terdapat empat prinsip dasar geografi. Terangkanlah.7. Deskripsikan dua buah objek yang menjadi kajianGeografi.8. Apa yang Anda ketahui mengenai pendekatankeruangan, pendekatan kelingkungan, dan pen dekatankompleks wilayah dalam ilmu Geografi?9. Apa yang Anda ketahui mengenai konsep lokasidalam ilmu Geografi?10. Berikanlah contoh-contoh gejala Geografi dalamkehidupan sehari-hari.

Tugas

Lakukanlah analisis Geografi menggunakan 5WH + 1H, terhadap gejala atau fenomena di lingkungan sekitar Anda, seperti adanya fenomena permasalahan sebagai berikut.

1. Banjir2. Tanah longsor3. Gunung meletus4. Erosi tanah5. Kemacetan lalu lintas6. Daerah kumuh7. Kemiskinan8. Kebakaran hutan

Diskusikan hasil analisis tersebut dengan teman-teman sekelas Anda dan buatlah resumenya. Kumpulkan tugas tersebut kepada guru Anda. Kemudian hasil analisis terbaik akan dipresentasikan di depan kelas sebagai bahan diskusi dan perbandingan di kelas.

Leave a Reply